Selasa, 23 Mei 2017

Mungkinkah Penyerapan APBN Melalui Wakaf Uang?

Perjalanan wakaf di Indonesia sudah berjalan selama satu dekade lebih sejak pemerintah mengeluarkan UU wakaf pada tahun 2004. Berbagai jenis dari praktik perwakafan sudah terlihat perkembangannya. Hal tersebut dapat dilihat dari dalah satu lembaga yaitu Dompet Dhuafa yang terus mengembangkan model wakaf produktif di tahun 2017. Dimana harapannya melalui pengelolaan wakaf yang produktif dapat semakin optimal dalam memberdayakan masyarakat. Dominan masyarakat masih memahami bahwa wakaf untuk keperluan yang bersifat religius dan pendidikan, seperti wakaf tanah yang diwariskan untuk didirikan masjid, pesantren dan pemakaman. Hal tersebut dapat ditinjau dari perspektif fikih, dimana salah satu ketentuan utama dari wakaf adalah kekekalan zat dan manfaat dari harta yang diwakafkan. Namun kondisi tersebut jika dilihat dari prespektif kemaslahatan, maka wakaf belum optimal dalam upaya mengembangkan perekonomian masyarakat karena tidak seluruh masyarakat dapat tersentuh oleh wakaf.
            Sesuai Firman Allah SWT : “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menfkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (QS. Ali Imran [6] : 92). Hal tersebut diperkuat dengan hadits Nabi SAW, Ibnu Umar berkata, “Maka, Umar menyedekahkan tanah tersebut, (dengan mensyaratkan) bahwa tanah itu tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan. Ia menyedekahkan (hasil)-nya kepada fuqara, kerabat, riqab (hamba sahaya, orang tertindas), sabilillah, ibnu sabil, dan tamu. Tidak berdosa atas orang yang mengelolanya untuk memakan dari (hasil) tanah itu secara ma’ruf (wajar) dan memberi makan (kepada orang lain) tanpa menjadikannya sebagai harta hak milik.”
            Salah satu instrumen finansial islami adalah wakaf uang dimana Indonesia masih tergolong baru. Menurut Abu Hanifah, wakaf bermaksud menahan harta dibawah pemiliknya sekaligus memberi manfaat bagi orang disekitarnya dengan menyediakan sedekah. Seiring dengan perkembangan zaman, sebagian besar ulama yang berpendapat bahwa wakaf dapat dilakukan dalam bentuk uang. Seorang pewakaf dapat menyampaikan amanahnya melalui seseorang atau lembaga nadzir (pengurus wakaf) untuk kemudian digunakan demi kemaslahatan umat sesuai dengan syariat Islam. Amanah dalam bentuk uang tersebut kemudian dapat dikelola secara produktif dalam berbagai macam bentuk seperti sumur, masjid, fasilitas umum dan lainnya.
            Dalam UUD No 41 tahun 2004, masalah wakaf uang dituangkan secara khusus dalam bagian kesepuluh, yaitu wakaf benda berupa uang yang terdapat pada pasal 28-31. Dalam pasal 28 dinyatakan. Waqif dapat diwakafkan benda bergerak berupa uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditujukan oleh menteri. Pewakafan uang di dunia islam sudah ada sejak masa dinasti mamluk dan usmaniyah. Wakaf tunai kembali di populerkan oleh M.A. Mannan dengan mendirikan sebuah badan yang bernama SIBL (Sosial Investmen Bank Limited) di Banglandesh. Dalam fatwa MUI dijelaskan bahwa wakaf uang memiliki fleksibilitas (keluwesan) dan kemaslahatan besar yang tidak dimiliki oleh benda lain. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh) dan nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan dan atau diwariskan.
            Indonesia sangat potensi dalam perkembangan wakaf uang. Mustafa Edwin Nasution dari Universitas Indonesia, berasumsi bahwa terdapat 10 juta kaum Muslimin berpendapatan menengah yang rutin berwakaf uang setiap bulan sebesar Rp 100 ribu, maka setiap bulan dapat terhimpun dana sebesar setidaknya Rp 1 triliun per bulan atau Rp 12 triliun per tahun. Jika secara optimal dana terhimpun dan terkelola secara profesional dapat digunakan untuk beragam proyek pembangunan dan sosial, seperti pembangunan sekolah gratis, rumah sakit berbiaya terjangkau atau pembangunan hotel syariah yang dapat menghasilkan laba. Kementerian Agama pada tahun 2006 telah meluncurkan program wakaf uang yang berasal dari dana APBN. Nazir-nazir wakaf yang dianggap Kemenag memenuhi syarat akan diberikan hibah berupa dana sebesar Rp 2 miliar yang akan dikelola sebagaimana dana wakaf uang dari masyarakat.
            Salah satu contoh keberhasilan programnya adalah membangun ruang rawat inap VIP di lingkungan Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI Unisma). Sebelum tahun 2006, RSI Unisma belum memiliki ruang rawat inap VIP, tapi terdapat lahan kosong yang masih memungkinkan untuk dibangun. Zawawi Mukhtar, selaku nazir melihat peluang tersebut dan mengajukan proposal kepada Kemenag. Berhasil pada 2006 dimulailah pembangunan ruang rawat inap VIP RSI Unisma. Ruang rawat inap VIP RSI Unisma sepenuhnya dikelola secara komersial, dengan manfaat yang timbul berupa laba sebagiannya digunakan untuk membiayai para DAI dan guru TPA yang ada disekitar RSI Unisma. Contoh lainnya adalah Kementerian Perindustrian mewakafkan mesin produksi mie kepada lembaga wakaf yang membina UKM yang memproduksi mie. Wakaf akan mendorong penerima untuk mengelola sumber daya yang diwakafkan agar dapat kekal zat dan menfaatnya. Bahkan jika berhasil, sumber daya yang diwakafkan akan berkembang sehingga dapat menarik pihak lain untuk terlibat dan manfaat dapat diterima oleh lebih banyak orang.

            Beberapa contoh sukses di atas, lembaga pemerintah harusnya mulai fokus dimana wakaf sebagai sektor yang dapat digunakan untuk mendukung penyerapan APBN. Instrumen wakaf uang tersebut akan lebih baik apabila disalurkan ke sektor yang bersesuaian dengan tugas pokok lembaga pemerintah tersebut. Tentu saja wakaf uang harus bersesuaian dengan politik dan hukum anggaran yang berlaku disertai penilaian dan pengawasan program yang baik sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Rabu, 05 April 2017

Survival Organisasi : Attitude vs Knowledge

Salah satu proses dalam penerimaan karyawan adalah wawancara, dimana calon karyawan akan berinteraksi khususnya dengan psikolog dan user. Berbagai pertanyaaan akan diajukan terkait dengan latar belakang, pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Psikolog akan melihat dan memahami kepribadian seseorang dari cara bicara dan berperilaku. User akan melihat calon karyawan dari knowledge dan skill yang dimilikinya. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor utama dalam sebuah organisasi. Sesorang yang mampu bekerja untuk menghasilkan barang atau produk pada organisasi tersebut. Menurut Sudono, SDM adalah orang-orang yang ada dalam organisasi yang memberikan sumbang pemikiran dan melakukan berbagai jenis pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi. SDM yang baik harus memiliki kejujuran, keinginan melakukan atau beradaptasi dengan lingkungan, kesehatan struktur organisasi dan perkembangan kinerja. Suatu organisasi membutuhkan manajemen SDM dimana cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama organisasi.
Menciptakan SDM yang insani dibutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian dan meningkatkan kontribusi produktif orang-orang yang ada dalam organisasi melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis dan sosial. Menurut Desler, manajemen SDM adalah praktik dan kebijakan seorang manajer dalam mengelola SDM meliputi analisis jabatan, merencanakan dan merekrut tenaga kerja, menyeleksi tenaga kerja, memberikan orientasi dan pelatihan pada karyawan baru, menata pola upah dan gaji, menyediakan insentif dan kesejahteraan, menilai kinerja, mengkomunikasikan (wawancara), penyuluhan dan pendisiplinan, pelatihan dan pengembangan serta membangun komitmen bersama.
Aspek-aspek manajemen SDM insani dalam islam adalah memiliki nilai ketauhidan dan memiliki aqidah, struktur organisasi, semua perbuatan harus dengan ketentuan syariah. SDM yang insani, dapat juga mencontoh dari sifat Rasulullah SAW seperti Siddiq (benar), Amanah (dipercayai), Tabligh (menyampaikan), Fathanah (bijaksana) dan Istiqomah. Lima hal tersebut yang harus ditanam dalam diri manusia dalam menjalani kehidupan di suatu organisasi. Berpegang teguhlah pada kelima sifat tersebut, karena sifat itu yang akan menjadi dasar/modal dalam bekerja. Banyak hal yang dilihat dalam penilaian karyawan, selalin dilihat dari kompetensi atau pekerjaan yang sudah memenuhi target, pemimpin pasti akan melihat dari attitude. Pastinya attitude yang sesuai dengan suritauladan yang dicontohkan  oleh Rasulullah SAW. Sesorang akan bertahan pada suatu organisasi jika memilki kejujuran, dapat diberikan tanggung jawab, berperilaku adil dan bijaksana serta selalu berada di jalan Allah. Seseorang dengan kemampuan kurang, masih bisa diberi pengembangan kompetensi. Tapi jika seseorang yang memiliki attitude yang lemah, akan sulit sekali untuk memperbaikinya bahkan merubahnya. Attidtude dibentuk dalam jangka panjang bahkan terbentuknya akhlak yang mulia dapat terlihat darikehidupan keluarga dan orang sekitarnya.
Kunci sukses dalam bertahan dalam sebuah organisasi adalah berperilaku baik, memiliki akhlak yang mulia serta selalu berpegang teguh pada jalan Allah SWT. Seorang karyawan meyakini bahwa belajar atau ilmu adalah sebuah ibadah, sehingga seorang karyawan yang baik akan selalu memiliki keinginan untuk berkembang dan rasa ingin tahu. Hal itu semua akan berbanding lurus dengan memilki attitude yang sesuai dengan ajaran Rasullullah SAAW. Dampak positif akan memengaruhi dalam perkembangan karirnya. Selalu memiliki semangat dalam kehidupan, optimis dan memberikan pengaruh kepada orang sekitar. Jadilah mata air yang akan membuat sekitarnya menjadi jernih. Jadilah mata air yang akan  memiliki pengaruh baik pada sekitarnya. Jadilah pion bagi semangat jiwa pemuda dalam berkarya dalam sebuah oraganisasi yang bertujuan membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi sesuai syariah.


Nur Laela Rosdiyana (Mahasiswa KTTI Pascasarjana Universitas Indonesia)

Minggu, 30 Oktober 2016

Kewajiban Mencari Harta Dunia

Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah, dalam beribadah membutuhkan sumber kehidupan seperti sandang, pangan dan papan. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, manusia pada jaman dahulu hanya membutuhkan bercocok tanam atau berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Semakin berkembangnya jaman, manusia memilih untuk menetap di suatu wilayah dan memanfaatkan keadaan sekitarnya serta harus berusaha dalam bertahan hidup. Adapaun salah satu cara dalam bertahan hidup adalah dengan bekerja atau mencari harta. Salah satu sejarah pemikiran ekonomi islam, Imam syaibani dalam kitab al-kasb berpendapat bahwa sesungguhnya Allah SWT mewajibkan kepada hambanya untuk kerja mencari nafkah atau kehidupan, untuk membantu pada ketaatan kepada Allah SWT di dalam ayat al-qur’an dikatakan:
     وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا
Artinya: “Dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya” (surat al-jum’ah: 10)          
و أنفقوا من طيبات ما كسبتم                                                 
Artinya : “Nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian hasil dari usahamu yang baik-baik “ (surat al-baqarah: 267)
Buku al-kasb yang artinya adalah bekerja, berusaha dan berkarya. Pembahasan kitab al-kasb yang disyarah oleh Muhammad bin ahmad bin abi suhail abu bakar as-sarakhsi adalah sebagai berikut :
1.      Kewajiban mencari kerja bagi setiap muslim dan penjelasan tentang tingkatan usaha beserta hukumnya
2.      Mengambil sebab-sebab yang tidak menghapus perwakilannya
3.      Pembantahan terhadap pemikiran al-karamiyah dan kaum ahli tasawwuf yang mengharamkan kerja dan usaha untuk mencari rezeki
4.      Jenis-jenis kerja dan kelebihan diantaranya serta perselisihan di dalamnya dan sesungguhnya pencarian yang halal artinya membantu untuk kedekatan dan ketaatan dengan berbagai macam
5.      Permasalahan infaq dan batasan keborosan serta keadilan dalam mencukupi keperluan seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal
6.      Kelebihan seseorang menolong saudaranya dan kapan diwajibkan dan tidak diwajibkan
Al-Syaibani mendefinisikan al-kasb (kerja) sebagai mencari perolehan harta melalui berbagai cara yang halal. Dalam ilmu ekonomi, aktivitas demikian termasuk dalam aktivitas produksi. Terdapat batasan dalam menghasilkan barang dan jasa berupa halal-haramnya produk yang dihasilkan dan cara memperolehnya. Hanya aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa yang halal yang disebut sebagai aktivitas produksi. Islam memandang bahwa suatu barang atau jasa mempunyai nilai guna jika mengandung kemaslahatan. Seperti yang diungkapkan oleh As Syatibi, kemaslahatan hanya dapat dicapai dengan memelihara lima unsur pokok kehidupan, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Dengan demikian seorang muslim termotivasi untuk memproduksi setiap barang atau jasa yang memiliki maslahah tersebut. Hal ini berarti bahwa konsep maslahah merupakan konsep yang objektif terhadap perilaku produsen karena ditentukan oleh tujuan (maqashid) syariah, yakni memelihara kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat.
Pandangan Islam, aktivitas produksi merupakan bagian dari kewajiban ‘imaratul kaun, yakni menciptakan kemakmuran semesta untuk semua makhluk. Berkenaan dengan hal tersebut, Al-Syaibani menegaskan bahwa kerja yang merupakan unsur utama produksi mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan karena menunjang pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT. Orientasi bekerja dalam pandangan Al-Syaibani adalah hidup untuk meraih keridhaan Allah Swt. Kerja merupakan usaha untuk mengaktifkan roda perekonomian, termasuk proses produksi, konsumsi dan distribusi yang berimplikasi secara makro meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dan karenanya, hukum bekerja adalah wajib.
Apabila manusia telah merasa cukup dari apa yang dibutuhkan kemudian bergegas pada kebajikan, sehingga mencurahkan perhatian pada urusan akhiratnya, adalah lebih baik bagi mereka. Dengan demikian pada dasarnya, Al-Syaibani menyerukan agar manusia hidup dalam kecukupan, baik untuk diri sendiri maupun keluarganya. Al Syaibani mengatakan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan anak-anak Adam sebagai suatu ciptaan yang tubuhnya tidak akan berdiri kecuali dengan empat perkara, yaitu makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Seseorang tidak akan menguasai pengetahuan semua hal yang dibutuhkan sepanjang hidupnya dan, kalaupun manusia berusaha keras, usia akan membatasinya diri manusia. 

Senin, 09 September 2013

Caving at Buniayu, Sukabumi



Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM XXIV)
Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia
Kenal Medan (KM) Caving di Komplek Buniayu, Sukabumi, Jawa Barat
oleh : Nurlaela Rosdiyana/ L-318

        Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) merupakan forum komunikasi mahasiswa pecinta alam tingkat perguruan tinggi se-Indonesia. TWKM kali ini diadakan di Bandung. Forum yang secara rutin dilakukan setiap tahunnya membahas kondisi eksternal dan internal yang terjadi pada organisasi mahasiswa pecinta alam. Selain itu, pertemuan ini membahas permasalahan lingkungan hidup. Salah satu bentuk kegiatannya selain temu wicara adalah Kenal Medan (KM) yaitu berupa penelusuran Gua di Komplek Gua Buniayu, Sukabumi.
           Berangkat dari sekretariat LAWALATA IPB pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 16.30 WIB, bersama Nuzul mewakili LAWALATA IPB dalam kenal medan caving. Untuk rundown acara ini tidak ada pemberitahuan jelas dari panitia, sehingga kamitidak berangkat awal karena harus menyelesaikan suatu urusan di kampus.Menuju lokasi dengan menggunakan bis menuju terminal Leuwi Panjang, Bandung. Perjalan total untuk ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekitar 5 jam dari kampus IPB. Sampai UPI sekitar pukul 22.00 WIB, menuju sekretariat Mahacita untuk registrasi. Ternyata tim caving sudah berangkat ke lokasi sejam yang lalu. Tapi kami memutuskan untuk menyusul sendiri kesana besok pagi.
Tanggal 16 November 2012, tanpa ditemani dari pihak panitia, kami pun menyusul ke lokasi dengan jalur yang sudah diberikan panitia pada pukul 08.30 WIB. Untuk menuju lokasi, dari UPI-Term. Lw.panjang menggunakan bus kota Rp 2.000/orang orang perjalanan sekitar 1 jam, terminal Lw.panjang-Term. Sukabumi menggunakan bus ekonomi Rp 15.000/orang perjalanan sekitar 3 jam, lalu Terminal Sukabumi- Pasar menggunakan Angkutan Umum Rp 2.000/orang, kemudian berjalan kaki sekitar 30 menit menuju Ramayana, lalu Ramayana – Terminal Jubleg menggunakan Angkutan Umum 25 warna hitam ongkos Rp 2.000/orang perjalanan sekitar 30 menit, Terminal Jubleg-pertigaan Pondok PesantrenRindu Alam menggunakan Angkutan Umumdengan perjalanan sekitar 1,5 jam ongkos Rp 8.000/orang.Gua ini terletak di Komplek Gua Buniayu, Desa Kertanagsana Kecamatan Nyalindung. Tiba di lokasi pukul 16.20 WIB, materi tentang speleologi Gua sedang berjalan. Kami pun mengikuti jalannya materi yang sedang berlanjut, tak lama sudah selesai materinya. Lalu pengecekan alat SRT. Panitia mengecek peralatan yang kami bawa dan diperiksa alat dari warna, nomor seri, jumlah dengan teliti agar tidak tertukar.
Saling bersalaman dan berkenalan satu sama lain, agak sulit untuk menghafal mereka semua dengan cepat karena jumlah mereka yang cukup banyak dan dari asal yang berbeda-beda pula.Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan tentang menyusulnya kami ke lokasi KM caving. Kami pun menjawab seperlunya saja. Lalu malamnya pembagian kelompok untuk menelusuri Gua-Gua yang berada di komplek Buniayu, Sukabumi. Satu kelompok terdiri dari 10 orang dengan total 5 kelompok. Pada KM kali ini bukan hanya berkegiatan menelusuri tapi melakukan pemetaan Gua. Sebelum istirahat, saling bertukar materi tentang pemetaan dan penelusuran Gua agar saat di lapangan sudah siap.
Tanggal 17 Oktober 2012, Gua pertama untuk tim kami telusuri adalah Gua Izar yang merupakan Gua horizontal. Sebelum berangkat, mempersiapkan peralatan caving (cover all, helm + headlamp dan cadangan, sepatu boot), peralatan studi pemetaan (tally sheet, pensil, kompas, busur, meteran), beberapa webing dan konsumsi. Perjalanan dari basecamp ke lokasi sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Setiba di lokasi, tim kami kembali mengecek perlengkapankembali, pembagian tugas untuk pemetaan ada deskriptor sketsa, shutter, stasioner, dan notulensi.Dengan entrance sekitar 50 cm, tim menelusuri dengan memulai pemetaan pada stasiun nol yaitu entrance. Termasuk dalam jenis Gua yang berlumpur dan berair. Ornamen Gua pun beragam terdiri dari stalaktit, stalakmit, soda straw, pilar dan gordam. Adpun sering ditemukanlorong dengan chamber yang besar dengan luas sekitar ½ kali lapangan bola. Tim terus menelusuri dengan pemetaan yang dilakukan secara bergantian. Beberapa biota ditemukan seperti kelelawar, Amblipighy. Pada ujung Gua terdapat danau dengan luas sekitar 20 meter. Salah satu dari tim kami mencoba berenang untuk menegcek terdapat lubang yang masih dapat ditelusuri atau tidak. Setelah memasang pengaman, turun dan berenang mengelilingi danau tersebut dengan tetap mengikat badannya dengan webing sebagai pengaman. Ternyata tak ditemukan lubang satupun, itu menandakan penelusuran berakhir sampai titik tersebut, perjalanan pulang dengan jalur yang sama. Lalu ditemukan lubang kecil dan kami mencoba menelusurinya lagi dengan jalan merangkak karena jarak antara atap dan lantai Gua tinggi sekitar 50 cm. Denggn jalur yang berair terus menelusuri, ternyata lorong tersebut menembus ke jalur utama. Perjalanan pulang dilanjutkan sampai mulut Gua. Setelah keluar smpai mulut Gua, menyempatkan diri untuk berfoto dan berjalan kembali pulang ke basecamp.Malam harinya merekap data hasil pemetaan. Menghitung dan menggambar sketsa Gua dari tampak depan dan tampak samping. Setelah itu, mempersiapkan penelusuran untuk esok hari. Gua yang akan tim kami telusuri selanjutnya adalah Gua Ta’i.
Tanggal 18 November 2012 pukul 09.30, tim berangkat menuju Gua Ta’i dengan perjalanan sekitar 30 menit. Berbeda dari Gua sebelumnya, Gua Ta.i merupakan Gua vertikal sehingga untuk menelusurinya harus menggunakan alat. Persiapan setelah sampai mulut Gua, tim memakai perlengkapan set Single Rope Technique (SRT) dan dua orang lainnya memasang anchor untuk turun ke dalam Gua. Setelah selama 1 jam membuat anchor, tim turun satu persatu.Dengan lebar mulut Gua sekitar 1 meter dan kedalaman Gua sekitar 30 meter kami meuruni celah tersebut dan begitu sampai dasar kami terkagum dengan luasnya ruangan di dalam Gua ini dan hanya tampak lubang kecil diatas tempat dimana mulai masuk. Setelah itu, dilanjutkan dengan lorong yang horizontal. Tampak terlihat bongkahan batu yang sangat besar-besar harus dilewati. Perjalanan di mulai dengan mengikuti alur sungai bawah tanah ini. perjalanan di dalam Gua ini sangat beragam mulai dari yang mendaki, menurun bahkan medan lumpur dan kering pun dilewati dan tentu saja dengan pemandangan dari ornamen-ornamen Gua seperti stalagtit, stalagmit, soda straw, pilar dan gordam yang indah di sepanjang perjalanan. Biota yang ditemukan terdapat kelawar, Ambliphigy, dan jangkrik. Setelah berjalan lebih 1 jam tetapi belum sampai ujung, tim pun kembali ke mulut Gua dengan jalur yang sama. Lalu kembali ke basecamp untuk membersihkan diri dan alat-alat.
Tanggal 19 Oktober 2012, tim dari LAWALATA IPB memutuskan untuk pulang lebih awal dikarenakan adanya ujian tengah semester (UTS) pada tanggal 21 Oktober 2012. Memilih pulang lebih awal karena harus mempersiapkan ujian dan lebih fokus lagi. Rasa sangat berat untuk meninggalkan kegiatan tersebut pun muncul, halangan dari teman-teman yang baru saja kami kenal sangat kuat. Tapi keputusan kami tetap pulang karena memikirkan kuliah lebih penting dan prioritas utama untuk saat ini. Banyak ilmu baru dan bermanfaat yang didapatkan dari kegiatan KM tersebut, diantaranya pemetaan Gua dan juga dapat mengenali medan Gua yang berada diKomplek Gua Buniayu, Sukabumi.

Senin, 29 April 2013

Pendakian Rinjani

Perjalanan 23 Agustus 2012-6 September 2012

Transportasi Jakarta Utara-Lombok Timur

Kepergian 
  • Tg.priok (jkt)-Plumpang(jkt) : Metro mini 07 Rp 2.000 (15 menit)
  • Plumpang (jkt)-St.Senen (jkt) : Metro mini 07 Rp 2.000 (1/2 jam)
  • St.Senen (jkt)-St.Malang Kota (mlg) : Kereta Matarmaja Rp 51.000 (20 jam)
  • St.Malang Kota (mlg)-Term.Arjosari (mlg) : Angkot Rp 3.000 ( 1/2 jam) *tiket kereta ke Banyuwangi habis
  • Term.Arjosari (mlg)-Term.Mengwi (bali) : Bus Dahlia Rp 125.000 (15 jam) *pakai ngetem di Probolinggo 30 menit dan transit di Jember 2 jam. Sudah termasuk penyebrangan Pel. Ketapang(bwg)-Pel. Gilimanuk (bali) Rp 6.000. Alternatif bus malang-banyuwangi Rp 60.000, malang-lombok Rp 300.000
  • Term.Mengwi (bali)-Term.Ubung (bali) : Angkot Rp 7.000 (1/2 jam) *biasanya Rp 5.000
  • Term.Ubung (bali)-Pel.Padang Bay (bali) : Elf Rp 40.000 (1.5 jam)
  • Pel. Padang Bay (bali)-Term.Mandalika (lmbk) : Bus Tiara Mas Rp 50.000 (5 jam) *sudah termasuk penyebrangan Pel- Padang Bay (bali)-Pel. Lembar (lmbk) Rp 36.000
  • Term. Mandalika (lmbk)-Masbagek (lmbk) : Engkel/ nama angkot di Lombok Rp 20.000 (2 jam) *orang lokal biasanya Rp 10.000-Rp15.000
 Pendakian 
  • Masbagek (lmbk)-Pasar Aikmel (lmbk) : Engkel Rp 5.000 (1 jam) 
  • Pasar Aikmel (lmbk)-Pos Sembalun (lmbk) : Pick Up Rp 15.000 (1,5 jam) *orang lokal Rp 10.000
  • Pos Senaru (lmbk)-Pasar Anyer (lmbk) : Engkel nebeng (1 jam)
  • Pasar Anyer (lmbk)-Masbagek (lmbk) : Engkel Rp 20.000 (3 jam)
Kepulangan
  • Mataram (lmbk)-Pel. Lembar (lmbk) : Taksi Rp 38.000 (1/2 jam)
  • Pel. Lembar (lmbk)-Pel. Padang Bay (bali) : Kapal Rp 36.000 (4 jam)
  • Pel. Padang Bay (bali)-Term. Ubung (bali) : Angkut Rp 40.000 (1,5 jam)
  • Term. Ubung (bali)-Pel. Ketapang (bwg) : Bus Rp 30.000 (5 jam)
  • Pel. Ketapang (bwg)-St. Tawang Alun (bwg) : jalan kaki (15 menit)
  • St. Tawang Alun (bwg)-St. Malang Kota (mlg) : kereta Rp 18.500 (2,5 jam)
  • St. Malang Kota (mlg)-St. Senen (jkt) : kereta Matrmaja Rp 51.000 (20 jam)
  • St. Senen (jkt)-Tg.priok (jkt) : Metro mini 07 Rp 2.000 (1/2 jam)

 Catatan : 
  • Ketika perjalanan pasca lebaran, harga transportasi bisa meningkat 2x lipat
  • Usahakan jago nego, biar harganya bisa miring
  • Harga orang lokal berbeda dengan pendatang (dimahalin)
  • Calo banyak dan dimana-mana : jawa (baik, bicaranya halus), bali (baik, bicaranya agak tegas), lombok (galak, serem, besar-besar badannya, bicaranya keras, maksa). intinya calo selalu mahal, mending langsung cari ke loket resmi atau tanya langsung kondektur bus nya
  • Banyak cari literatur
  • Jarang angkut, banyak taksi di Lombok
  • ering ngobrol (SKSD) dan tanya-tanya orang, buat tambahan literatur
  • lebih baik pesan untuk tiket kereta (alfa mart, alafa midi, indomart, ceria mart, dll) 
  • KTP di cek pas penyebrangan, jadi jangan sampai lupa. Sebenarnya surat jalan dari organisasi dan kepolisian juga bisa sangat membantu perjalanan ini.

Jalur Pendakian Gn. Rinjani (Sembalun-Senaru)  

  • Pos Sembalun-Pos 1: keadaan savana 1 jam perjalanan, masuk hutan tropis 1/2 jam, lalu savana lagi 1 jam. Total 2,5 jam. Ada shelter, istirahat. Ini lewat jalur tikus lebih cepat 1 jam.
  •  Pos 1-kalimati : savana perjalanan 2 jam. Bermalam, karena terdapat sumber air yang berada di cekungan, sehingga harus diendap dulu biar jernih, baru dapat digunakan.
  • Kalimati-Pos 3 : savana lagi selama 1/2 jam perjalanan. Ada shelter, istirahat.
  • Pos 3-Plawangan Sembalun : Padang savana dan melewati sekitar 7 bukit, 3,5 jam perjalanan. Padang edelweis dan kelihatan danau Segara Anak, terdapat sumber air sehingga dapat bermalam. Sudah mulai aklimatisasi, mual-mual dan badan teras kurang enak. Oya, banyak monyet jadi harus hati-hati!. Ada yang jualan juga (minuman, rokok, makanan ringan)
  • Plawangan Sembalun-Puncak : berangkat dini hari sekitar pukul 02.00. Awal jalur berdebu dan masih landai. Setelah perjalanan 2 jam, jalur mulai terjal dengan batu-batu kecil dan berpasir, meleawti jalur S dan terus sampai ke puncak terjal sehingga selangkah jalan turun lagi. Total perjalanan menuju summit 4 jam.
  • Puncak-Plawangan Sembalun : Lari. Perjalanan sekitar 1.5 jam.
  • Plawangan-Danau Segara Anak : Melewati 3-4 bukit, perjalanan selama 2 jam full bebatuan terjal seperti tebing karst. Hati-hati tersandung!. Setelah itu landai mipir bukit melewati kalimati (TKP meninggalnya 7 pendaki yang terkena badai). Total perjalanan 4,5 jam sampai danau. Subhanallah... Ada air panas (belerang), jalan sekitar 30 menit dari danau. Mancing, ikannya sangat banyak.
  • Danau Segara Anak-Goa Taman : Perjalanan 1/2 jam terus menurun. Goa berbentuk horizontal, dengan entrance yang sempit, terdapat kolam kecil dengan kedalaman sekitar 150 cm dapat diminum dan dibuat mandi/ cuci muka. Terdapat dua entrance, salah satunya sangat kecil, mitosnya jika dapat melewati mulut goa yang kecil itu tandanya hatinya bersih. 
  • Goa Taman-Goa Susu : Sekitar 10 menit perjalana. Dengan mulut goa yang besar, dengan chamber yang berukuran sekitar 1/4 lap bola , berair, dan beruap. Ornamennya lebih indah dari goa Taman, karena masih aktif.
  • Danau Segara Anak-Plawangan Senaru : berjalan memipir danau selama 15 menit, selanjutnya padang savana, lalu melewati batu-batu ceper, kemudian padang savana lagi. Total 2,5 jam.
  • Plawangan Senaru-Pos 3 : perjalanan 2 jam, jalur berdebu dan full savana. Lari turun..
  • Pos 3-Pos 2 : Hutan tropis, perjalanan 1 jam
  • Pos 2-Pos Senaru : Full hutan, perjalanan 3 jam.
  • Pos Senaru : menginap di warung bu Jannah 
Catatan :
  • Tiket masuk Rp 10.000
  • Jaket super hangat, suhu sangat dingin terutama di Danau
  • Hati-hati ranjau (kotoran manusia) banyak dan dimana-mana
  • Cuaca ekstream, kadang sangat panas lalu dingin. Butuh sesuatu yang ada di hidung/ wajah biar tidak terbakar
  • Bawa alat pancing, di Danau banyak ikannya
  • Cek perlengkapan pendakian, terutama sepatu, jaket, dll
  • Kamera, siap baterai dan memory, karena pemandangan yang luar biasa indah di sepanjang jalur pendakian, puncak, danau, dll
  • Perbanyak literatur juga (cuaca, jalur, dll)
  • Jangan lupa brem nya (fermentasi dari tape) Rp 30.000/ 1,5 lt. :)
  • Jaga sikap, karena banyak mitos-mitos yang masih dipercaya
ENJOY YOUR JOURNEY....!!!!!  :P






Selasa, 26 Maret 2013

Pendakian Gunung Rinjani oleh Dua Putri Anjani

Namaku Lehi, salah satu Anggota Biasa di Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut pertanian Bogor yang biasa dikenal dengan Lawalata IPB. Mengenal dunia pecinta alam semenjak masuk perkuliahan, membuat aku lebih ingin mennjelajahi alam di Indonesia ini. Salah satu hal terbesar yang aku impikan dan aku dambakan adalah Gunung Rinjani. Enatah apa pikiran yang merasukku untuk kesana, mungkin keindahan, tantangan dan salah satu karya Tuhan yang maha sesuatu.


to be continued....

Apakah benar "Dia"? (1)

Sering orang mengatakan semuanya akan indah pada waktunya. Semuanya akan terjawab jika waktunya tiba. Ternyata itu semua bukan hanya katanya, tetapi kenyataan yang memang benar terjadi. Lani akhirnya menemukan jawaban dari semua pertanyaan akan hatinya. Keraguan akan seseorang yang ada di kehidupannya, membuat Lani tersadar apakah dia yang terbaik. Doa selalu berucap dari mulut Lani, akan keyakinan dan keraguan yang menerpa hidupnya. "Tuhan, kau sangat baik padaku. berikanlah selalu cahaya hidupmu pada hambamu yang lemah ini. berikanlah sedikit petunjuk akan keraguan hatiku. Buatlah hatiku yakin tanpa ada keraguan sedikitpun. Tuhan, berikanlah setitik cahaya yang akan menerangi hidupku untuk selamnya. Apakah benar "Dia" Tuhan?." 
Keberlanjutan anatara hubungan Heri dan Lani terjawab sudah semuanya. Sebuah keputusan yang tidak akan membuat hati Lani ragu lagi. Terlontar dari mulut Heri, "Lani, aku mau Married." Entah perasaan apa yang harus Lani rasakan, senang, sedih atau kecewa semua bercampur menjadi satu. Hanya bisa terdiam dan terperangah akan berita, mencoba kembali melihat dan memahami arti kata-kata itu. Apa benar, berharap itu semua hanya mimpi. Mencoba berulang kali, berkali-kali mengerti dan terus menampar pipi ini yang sangat sakit ternyata. Ini bukan mimpi Lani, that`s truth. 
Tuhan menjawab semua doa Lani, mengabulkan apa yang Lani inginkan. Seharusnya Lani senang dan lega akan perasaan keraguan selama ini. Tapi, yang Lani rasakan saat ini adalah kecewa karena telah membuang waktu lama untuk selalu memikirkannya. Tiada hari tanpa Heri yang selalu dipikirkannya, hanya sekedar ingin tahu sedang apa, bagaimanan kabarnya. Sakit, karena mungkin Heri merasa Lani bukanlah pilihan yang tepat untuknya. Terpaksa senang karena harus menerima kenyataan, tapi Lani akan selalu berusaha untuk mencoba ikhlas. Sedih, karena Lani sudah merasa mengecewakannya selama ini. 
Segala bentuk perhatian dan kasih sayang yang diberikan Heri oleh Lani salalu diabaikan dengan sifat cuek Lani. Heri selalu mengatakan Lani cuek, sombong dan gengsi. Ya, itu lah Lani yang sebenarnya, andai saja Heri mengerti akan sifat Lani. Seberapa besar Lani mencoba untuk peduli dan tidak cuek trehadap Heri, selalu saja Heri tidak mengerti. Lani dengan segudang aktivitasnya, selalu saja sibuk bahkan untuk dirinya sendiri pun sangat sulit. Heri yang selalu memiliki waktu kosong, sangat berbanding sekali dengan Lani. Jelas saja, akan terjadi hal seperti itu. Lani yang selalu berusaha perhatian, tidak cukup bagi Heri yang sedikit memiliki kesibukannya. Heri mungkin merasa jenuh akan sikap Lani dan akhirnya lebih memilih dan mencari yang lebih baik dari Lani.
Oke Lani, seharusnya kamu bersyukur kepada Tuhan akan semua jawaban dari doamu. Tuhan sangat baik padamu. Itu menandakan kamu harus fokus dengan hal lain, lakukan segala sesuatu yang menurutmu baik dan akan menjadi hasil yang memuaskan. Move on....!!!