Selasa, 26 Maret 2013

Apakah benar "Dia"? (1)

Sering orang mengatakan semuanya akan indah pada waktunya. Semuanya akan terjawab jika waktunya tiba. Ternyata itu semua bukan hanya katanya, tetapi kenyataan yang memang benar terjadi. Lani akhirnya menemukan jawaban dari semua pertanyaan akan hatinya. Keraguan akan seseorang yang ada di kehidupannya, membuat Lani tersadar apakah dia yang terbaik. Doa selalu berucap dari mulut Lani, akan keyakinan dan keraguan yang menerpa hidupnya. "Tuhan, kau sangat baik padaku. berikanlah selalu cahaya hidupmu pada hambamu yang lemah ini. berikanlah sedikit petunjuk akan keraguan hatiku. Buatlah hatiku yakin tanpa ada keraguan sedikitpun. Tuhan, berikanlah setitik cahaya yang akan menerangi hidupku untuk selamnya. Apakah benar "Dia" Tuhan?." 
Keberlanjutan anatara hubungan Heri dan Lani terjawab sudah semuanya. Sebuah keputusan yang tidak akan membuat hati Lani ragu lagi. Terlontar dari mulut Heri, "Lani, aku mau Married." Entah perasaan apa yang harus Lani rasakan, senang, sedih atau kecewa semua bercampur menjadi satu. Hanya bisa terdiam dan terperangah akan berita, mencoba kembali melihat dan memahami arti kata-kata itu. Apa benar, berharap itu semua hanya mimpi. Mencoba berulang kali, berkali-kali mengerti dan terus menampar pipi ini yang sangat sakit ternyata. Ini bukan mimpi Lani, that`s truth. 
Tuhan menjawab semua doa Lani, mengabulkan apa yang Lani inginkan. Seharusnya Lani senang dan lega akan perasaan keraguan selama ini. Tapi, yang Lani rasakan saat ini adalah kecewa karena telah membuang waktu lama untuk selalu memikirkannya. Tiada hari tanpa Heri yang selalu dipikirkannya, hanya sekedar ingin tahu sedang apa, bagaimanan kabarnya. Sakit, karena mungkin Heri merasa Lani bukanlah pilihan yang tepat untuknya. Terpaksa senang karena harus menerima kenyataan, tapi Lani akan selalu berusaha untuk mencoba ikhlas. Sedih, karena Lani sudah merasa mengecewakannya selama ini. 
Segala bentuk perhatian dan kasih sayang yang diberikan Heri oleh Lani salalu diabaikan dengan sifat cuek Lani. Heri selalu mengatakan Lani cuek, sombong dan gengsi. Ya, itu lah Lani yang sebenarnya, andai saja Heri mengerti akan sifat Lani. Seberapa besar Lani mencoba untuk peduli dan tidak cuek trehadap Heri, selalu saja Heri tidak mengerti. Lani dengan segudang aktivitasnya, selalu saja sibuk bahkan untuk dirinya sendiri pun sangat sulit. Heri yang selalu memiliki waktu kosong, sangat berbanding sekali dengan Lani. Jelas saja, akan terjadi hal seperti itu. Lani yang selalu berusaha perhatian, tidak cukup bagi Heri yang sedikit memiliki kesibukannya. Heri mungkin merasa jenuh akan sikap Lani dan akhirnya lebih memilih dan mencari yang lebih baik dari Lani.
Oke Lani, seharusnya kamu bersyukur kepada Tuhan akan semua jawaban dari doamu. Tuhan sangat baik padamu. Itu menandakan kamu harus fokus dengan hal lain, lakukan segala sesuatu yang menurutmu baik dan akan menjadi hasil yang memuaskan. Move on....!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar