Senin, 09 September 2013

Caving at Buniayu, Sukabumi



Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM XXIV)
Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia
Kenal Medan (KM) Caving di Komplek Buniayu, Sukabumi, Jawa Barat
oleh : Nurlaela Rosdiyana/ L-318

        Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) merupakan forum komunikasi mahasiswa pecinta alam tingkat perguruan tinggi se-Indonesia. TWKM kali ini diadakan di Bandung. Forum yang secara rutin dilakukan setiap tahunnya membahas kondisi eksternal dan internal yang terjadi pada organisasi mahasiswa pecinta alam. Selain itu, pertemuan ini membahas permasalahan lingkungan hidup. Salah satu bentuk kegiatannya selain temu wicara adalah Kenal Medan (KM) yaitu berupa penelusuran Gua di Komplek Gua Buniayu, Sukabumi.
           Berangkat dari sekretariat LAWALATA IPB pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 16.30 WIB, bersama Nuzul mewakili LAWALATA IPB dalam kenal medan caving. Untuk rundown acara ini tidak ada pemberitahuan jelas dari panitia, sehingga kamitidak berangkat awal karena harus menyelesaikan suatu urusan di kampus.Menuju lokasi dengan menggunakan bis menuju terminal Leuwi Panjang, Bandung. Perjalan total untuk ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekitar 5 jam dari kampus IPB. Sampai UPI sekitar pukul 22.00 WIB, menuju sekretariat Mahacita untuk registrasi. Ternyata tim caving sudah berangkat ke lokasi sejam yang lalu. Tapi kami memutuskan untuk menyusul sendiri kesana besok pagi.
Tanggal 16 November 2012, tanpa ditemani dari pihak panitia, kami pun menyusul ke lokasi dengan jalur yang sudah diberikan panitia pada pukul 08.30 WIB. Untuk menuju lokasi, dari UPI-Term. Lw.panjang menggunakan bus kota Rp 2.000/orang orang perjalanan sekitar 1 jam, terminal Lw.panjang-Term. Sukabumi menggunakan bus ekonomi Rp 15.000/orang perjalanan sekitar 3 jam, lalu Terminal Sukabumi- Pasar menggunakan Angkutan Umum Rp 2.000/orang, kemudian berjalan kaki sekitar 30 menit menuju Ramayana, lalu Ramayana – Terminal Jubleg menggunakan Angkutan Umum 25 warna hitam ongkos Rp 2.000/orang perjalanan sekitar 30 menit, Terminal Jubleg-pertigaan Pondok PesantrenRindu Alam menggunakan Angkutan Umumdengan perjalanan sekitar 1,5 jam ongkos Rp 8.000/orang.Gua ini terletak di Komplek Gua Buniayu, Desa Kertanagsana Kecamatan Nyalindung. Tiba di lokasi pukul 16.20 WIB, materi tentang speleologi Gua sedang berjalan. Kami pun mengikuti jalannya materi yang sedang berlanjut, tak lama sudah selesai materinya. Lalu pengecekan alat SRT. Panitia mengecek peralatan yang kami bawa dan diperiksa alat dari warna, nomor seri, jumlah dengan teliti agar tidak tertukar.
Saling bersalaman dan berkenalan satu sama lain, agak sulit untuk menghafal mereka semua dengan cepat karena jumlah mereka yang cukup banyak dan dari asal yang berbeda-beda pula.Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan tentang menyusulnya kami ke lokasi KM caving. Kami pun menjawab seperlunya saja. Lalu malamnya pembagian kelompok untuk menelusuri Gua-Gua yang berada di komplek Buniayu, Sukabumi. Satu kelompok terdiri dari 10 orang dengan total 5 kelompok. Pada KM kali ini bukan hanya berkegiatan menelusuri tapi melakukan pemetaan Gua. Sebelum istirahat, saling bertukar materi tentang pemetaan dan penelusuran Gua agar saat di lapangan sudah siap.
Tanggal 17 Oktober 2012, Gua pertama untuk tim kami telusuri adalah Gua Izar yang merupakan Gua horizontal. Sebelum berangkat, mempersiapkan peralatan caving (cover all, helm + headlamp dan cadangan, sepatu boot), peralatan studi pemetaan (tally sheet, pensil, kompas, busur, meteran), beberapa webing dan konsumsi. Perjalanan dari basecamp ke lokasi sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Setiba di lokasi, tim kami kembali mengecek perlengkapankembali, pembagian tugas untuk pemetaan ada deskriptor sketsa, shutter, stasioner, dan notulensi.Dengan entrance sekitar 50 cm, tim menelusuri dengan memulai pemetaan pada stasiun nol yaitu entrance. Termasuk dalam jenis Gua yang berlumpur dan berair. Ornamen Gua pun beragam terdiri dari stalaktit, stalakmit, soda straw, pilar dan gordam. Adpun sering ditemukanlorong dengan chamber yang besar dengan luas sekitar ½ kali lapangan bola. Tim terus menelusuri dengan pemetaan yang dilakukan secara bergantian. Beberapa biota ditemukan seperti kelelawar, Amblipighy. Pada ujung Gua terdapat danau dengan luas sekitar 20 meter. Salah satu dari tim kami mencoba berenang untuk menegcek terdapat lubang yang masih dapat ditelusuri atau tidak. Setelah memasang pengaman, turun dan berenang mengelilingi danau tersebut dengan tetap mengikat badannya dengan webing sebagai pengaman. Ternyata tak ditemukan lubang satupun, itu menandakan penelusuran berakhir sampai titik tersebut, perjalanan pulang dengan jalur yang sama. Lalu ditemukan lubang kecil dan kami mencoba menelusurinya lagi dengan jalan merangkak karena jarak antara atap dan lantai Gua tinggi sekitar 50 cm. Denggn jalur yang berair terus menelusuri, ternyata lorong tersebut menembus ke jalur utama. Perjalanan pulang dilanjutkan sampai mulut Gua. Setelah keluar smpai mulut Gua, menyempatkan diri untuk berfoto dan berjalan kembali pulang ke basecamp.Malam harinya merekap data hasil pemetaan. Menghitung dan menggambar sketsa Gua dari tampak depan dan tampak samping. Setelah itu, mempersiapkan penelusuran untuk esok hari. Gua yang akan tim kami telusuri selanjutnya adalah Gua Ta’i.
Tanggal 18 November 2012 pukul 09.30, tim berangkat menuju Gua Ta’i dengan perjalanan sekitar 30 menit. Berbeda dari Gua sebelumnya, Gua Ta.i merupakan Gua vertikal sehingga untuk menelusurinya harus menggunakan alat. Persiapan setelah sampai mulut Gua, tim memakai perlengkapan set Single Rope Technique (SRT) dan dua orang lainnya memasang anchor untuk turun ke dalam Gua. Setelah selama 1 jam membuat anchor, tim turun satu persatu.Dengan lebar mulut Gua sekitar 1 meter dan kedalaman Gua sekitar 30 meter kami meuruni celah tersebut dan begitu sampai dasar kami terkagum dengan luasnya ruangan di dalam Gua ini dan hanya tampak lubang kecil diatas tempat dimana mulai masuk. Setelah itu, dilanjutkan dengan lorong yang horizontal. Tampak terlihat bongkahan batu yang sangat besar-besar harus dilewati. Perjalanan di mulai dengan mengikuti alur sungai bawah tanah ini. perjalanan di dalam Gua ini sangat beragam mulai dari yang mendaki, menurun bahkan medan lumpur dan kering pun dilewati dan tentu saja dengan pemandangan dari ornamen-ornamen Gua seperti stalagtit, stalagmit, soda straw, pilar dan gordam yang indah di sepanjang perjalanan. Biota yang ditemukan terdapat kelawar, Ambliphigy, dan jangkrik. Setelah berjalan lebih 1 jam tetapi belum sampai ujung, tim pun kembali ke mulut Gua dengan jalur yang sama. Lalu kembali ke basecamp untuk membersihkan diri dan alat-alat.
Tanggal 19 Oktober 2012, tim dari LAWALATA IPB memutuskan untuk pulang lebih awal dikarenakan adanya ujian tengah semester (UTS) pada tanggal 21 Oktober 2012. Memilih pulang lebih awal karena harus mempersiapkan ujian dan lebih fokus lagi. Rasa sangat berat untuk meninggalkan kegiatan tersebut pun muncul, halangan dari teman-teman yang baru saja kami kenal sangat kuat. Tapi keputusan kami tetap pulang karena memikirkan kuliah lebih penting dan prioritas utama untuk saat ini. Banyak ilmu baru dan bermanfaat yang didapatkan dari kegiatan KM tersebut, diantaranya pemetaan Gua dan juga dapat mengenali medan Gua yang berada diKomplek Gua Buniayu, Sukabumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar