Salah satu proses dalam penerimaan
karyawan adalah wawancara, dimana calon karyawan akan berinteraksi khususnya
dengan psikolog dan user. Berbagai pertanyaaan akan diajukan terkait dengan
latar belakang, pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Psikolog akan melihat dan
memahami kepribadian seseorang dari cara bicara dan berperilaku. User akan
melihat calon karyawan dari knowledge dan skill yang dimilikinya. Sumber Daya Manusia
(SDM) merupakan salah satu faktor utama dalam sebuah organisasi. Sesorang yang
mampu bekerja untuk menghasilkan barang atau produk pada organisasi tersebut. Menurut Sudono, SDM adalah orang-orang yang ada
dalam organisasi yang memberikan sumbang pemikiran dan melakukan berbagai jenis
pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi. SDM yang baik harus memiliki
kejujuran, keinginan melakukan atau beradaptasi dengan lingkungan,
kesehatan struktur organisasi
dan perkembangan kinerja.
Suatu organisasi membutuhkan manajemen
SDM dimana cara
bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang
dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara
maksimal sehingga tercapai tujuan bersama organisasi.
Menciptakan
SDM yang insani dibutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian
dan meningkatkan kontribusi produktif orang-orang yang ada dalam organisasi
melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis dan sosial.
Menurut Desler, manajemen SDM adalah praktik dan kebijakan seorang manajer
dalam mengelola SDM meliputi analisis jabatan, merencanakan dan merekrut tenaga
kerja, menyeleksi tenaga kerja, memberikan orientasi dan pelatihan pada
karyawan baru, menata pola upah dan gaji, menyediakan insentif dan
kesejahteraan, menilai kinerja, mengkomunikasikan (wawancara), penyuluhan dan
pendisiplinan, pelatihan dan pengembangan serta membangun komitmen bersama.
Aspek-aspek manajemen SDM insani dalam islam adalah memiliki nilai ketauhidan dan memiliki aqidah, struktur organisasi, semua perbuatan harus dengan ketentuan syariah. SDM yang insani, dapat juga mencontoh
dari sifat Rasulullah SAW seperti Siddiq (benar), Amanah (dipercayai), Tabligh
(menyampaikan), Fathanah (bijaksana) dan Istiqomah. Lima hal tersebut yang
harus ditanam dalam diri manusia dalam menjalani kehidupan di suatu organisasi.
Berpegang teguhlah pada kelima sifat tersebut, karena sifat itu yang akan
menjadi dasar/modal dalam bekerja. Banyak hal yang dilihat dalam penilaian
karyawan, selalin dilihat dari kompetensi atau pekerjaan yang sudah memenuhi
target, pemimpin pasti akan melihat dari attitude. Pastinya attitude yang
sesuai dengan suritauladan yang dicontohkan
oleh Rasulullah SAW. Sesorang akan bertahan pada suatu organisasi jika memilki
kejujuran, dapat diberikan tanggung jawab, berperilaku adil dan bijaksana serta
selalu berada di jalan Allah. Seseorang dengan kemampuan kurang, masih bisa
diberi pengembangan kompetensi. Tapi jika seseorang yang memiliki attitude yang
lemah, akan sulit sekali untuk memperbaikinya bahkan merubahnya. Attidtude dibentuk
dalam jangka panjang bahkan terbentuknya akhlak yang mulia dapat terlihat darikehidupan
keluarga dan orang sekitarnya.
Kunci
sukses dalam bertahan dalam sebuah organisasi adalah berperilaku baik, memiliki
akhlak yang mulia serta selalu berpegang teguh pada jalan Allah SWT. Seorang
karyawan meyakini bahwa belajar atau ilmu adalah sebuah ibadah, sehingga seorang
karyawan yang baik akan selalu memiliki keinginan untuk berkembang dan rasa
ingin tahu. Hal itu semua akan berbanding lurus dengan memilki attitude yang
sesuai dengan ajaran Rasullullah SAAW. Dampak positif akan memengaruhi dalam perkembangan
karirnya. Selalu memiliki semangat dalam kehidupan, optimis dan memberikan
pengaruh kepada orang sekitar. Jadilah mata air yang akan membuat sekitarnya
menjadi jernih. Jadilah mata air yang akan
memiliki pengaruh baik pada sekitarnya. Jadilah pion bagi semangat jiwa
pemuda dalam berkarya dalam sebuah oraganisasi yang bertujuan membangun
Indonesia menjadi lebih baik lagi sesuai syariah.
Nur Laela Rosdiyana (Mahasiswa
KTTI Pascasarjana Universitas Indonesia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar