Rabu, 05 April 2017

Survival Organisasi : Attitude vs Knowledge

Salah satu proses dalam penerimaan karyawan adalah wawancara, dimana calon karyawan akan berinteraksi khususnya dengan psikolog dan user. Berbagai pertanyaaan akan diajukan terkait dengan latar belakang, pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Psikolog akan melihat dan memahami kepribadian seseorang dari cara bicara dan berperilaku. User akan melihat calon karyawan dari knowledge dan skill yang dimilikinya. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor utama dalam sebuah organisasi. Sesorang yang mampu bekerja untuk menghasilkan barang atau produk pada organisasi tersebut. Menurut Sudono, SDM adalah orang-orang yang ada dalam organisasi yang memberikan sumbang pemikiran dan melakukan berbagai jenis pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi. SDM yang baik harus memiliki kejujuran, keinginan melakukan atau beradaptasi dengan lingkungan, kesehatan struktur organisasi dan perkembangan kinerja. Suatu organisasi membutuhkan manajemen SDM dimana cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama organisasi.
Menciptakan SDM yang insani dibutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian dan meningkatkan kontribusi produktif orang-orang yang ada dalam organisasi melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis dan sosial. Menurut Desler, manajemen SDM adalah praktik dan kebijakan seorang manajer dalam mengelola SDM meliputi analisis jabatan, merencanakan dan merekrut tenaga kerja, menyeleksi tenaga kerja, memberikan orientasi dan pelatihan pada karyawan baru, menata pola upah dan gaji, menyediakan insentif dan kesejahteraan, menilai kinerja, mengkomunikasikan (wawancara), penyuluhan dan pendisiplinan, pelatihan dan pengembangan serta membangun komitmen bersama.
Aspek-aspek manajemen SDM insani dalam islam adalah memiliki nilai ketauhidan dan memiliki aqidah, struktur organisasi, semua perbuatan harus dengan ketentuan syariah. SDM yang insani, dapat juga mencontoh dari sifat Rasulullah SAW seperti Siddiq (benar), Amanah (dipercayai), Tabligh (menyampaikan), Fathanah (bijaksana) dan Istiqomah. Lima hal tersebut yang harus ditanam dalam diri manusia dalam menjalani kehidupan di suatu organisasi. Berpegang teguhlah pada kelima sifat tersebut, karena sifat itu yang akan menjadi dasar/modal dalam bekerja. Banyak hal yang dilihat dalam penilaian karyawan, selalin dilihat dari kompetensi atau pekerjaan yang sudah memenuhi target, pemimpin pasti akan melihat dari attitude. Pastinya attitude yang sesuai dengan suritauladan yang dicontohkan  oleh Rasulullah SAW. Sesorang akan bertahan pada suatu organisasi jika memilki kejujuran, dapat diberikan tanggung jawab, berperilaku adil dan bijaksana serta selalu berada di jalan Allah. Seseorang dengan kemampuan kurang, masih bisa diberi pengembangan kompetensi. Tapi jika seseorang yang memiliki attitude yang lemah, akan sulit sekali untuk memperbaikinya bahkan merubahnya. Attidtude dibentuk dalam jangka panjang bahkan terbentuknya akhlak yang mulia dapat terlihat darikehidupan keluarga dan orang sekitarnya.
Kunci sukses dalam bertahan dalam sebuah organisasi adalah berperilaku baik, memiliki akhlak yang mulia serta selalu berpegang teguh pada jalan Allah SWT. Seorang karyawan meyakini bahwa belajar atau ilmu adalah sebuah ibadah, sehingga seorang karyawan yang baik akan selalu memiliki keinginan untuk berkembang dan rasa ingin tahu. Hal itu semua akan berbanding lurus dengan memilki attitude yang sesuai dengan ajaran Rasullullah SAAW. Dampak positif akan memengaruhi dalam perkembangan karirnya. Selalu memiliki semangat dalam kehidupan, optimis dan memberikan pengaruh kepada orang sekitar. Jadilah mata air yang akan membuat sekitarnya menjadi jernih. Jadilah mata air yang akan  memiliki pengaruh baik pada sekitarnya. Jadilah pion bagi semangat jiwa pemuda dalam berkarya dalam sebuah oraganisasi yang bertujuan membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi sesuai syariah.


Nur Laela Rosdiyana (Mahasiswa KTTI Pascasarjana Universitas Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar