Temu
Wicara dan Kenal Medan (TWKM XXIV)
Mahasiswa
Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia
Kenal
Medan (KM) Caving di Komplek Buniayu, Sukabumi, Jawa Barat
oleh :
Nurlaela Rosdiyana/ L-318
Temu
Wicara dan Kenal Medan (TWKM) merupakan forum komunikasi mahasiswa pecinta alam
tingkat perguruan tinggi se-Indonesia. TWKM kali ini diadakan di Bandung. Forum
yang secara rutin dilakukan setiap tahunnya membahas kondisi eksternal dan
internal yang terjadi pada organisasi mahasiswa pecinta alam. Selain itu,
pertemuan ini membahas permasalahan lingkungan hidup. Salah satu bentuk
kegiatannya selain temu wicara adalah Kenal Medan (KM) yaitu berupa penelusuran
Gua di Komplek Gua Buniayu, Sukabumi.
Berangkat
dari sekretariat LAWALATA IPB pada tanggal 15 Oktober 2012 pukul 16.30 WIB,
bersama Nuzul mewakili LAWALATA IPB dalam kenal medan caving. Untuk rundown acara
ini tidak ada pemberitahuan jelas dari panitia, sehingga kamitidak berangkat
awal karena harus menyelesaikan suatu urusan di kampus.Menuju lokasi dengan
menggunakan bis menuju terminal Leuwi Panjang, Bandung. Perjalan total untuk ke
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekitar 5 jam dari kampus IPB. Sampai
UPI sekitar pukul 22.00 WIB, menuju sekretariat Mahacita untuk registrasi.
Ternyata tim caving sudah berangkat ke lokasi sejam yang lalu. Tapi kami memutuskan
untuk menyusul sendiri kesana besok pagi.
Tanggal 16 November 2012, tanpa ditemani
dari pihak panitia, kami pun menyusul ke lokasi dengan jalur yang sudah
diberikan panitia pada pukul 08.30 WIB. Untuk menuju lokasi, dari UPI-Term.
Lw.panjang menggunakan bus kota Rp 2.000/orang orang perjalanan sekitar 1 jam,
terminal Lw.panjang-Term. Sukabumi menggunakan bus ekonomi Rp 15.000/orang
perjalanan sekitar 3 jam, lalu Terminal Sukabumi- Pasar menggunakan Angkutan
Umum Rp 2.000/orang, kemudian berjalan kaki sekitar 30 menit menuju Ramayana,
lalu Ramayana – Terminal Jubleg menggunakan Angkutan Umum 25 warna hitam ongkos
Rp 2.000/orang perjalanan sekitar 30 menit, Terminal Jubleg-pertigaan Pondok
PesantrenRindu Alam menggunakan Angkutan Umumdengan perjalanan sekitar 1,5 jam
ongkos Rp 8.000/orang.Gua ini terletak di Komplek Gua Buniayu, Desa Kertanagsana Kecamatan Nyalindung.
Tiba di lokasi pukul 16.20 WIB, materi tentang speleologi Gua
sedang berjalan. Kami pun mengikuti jalannya materi yang sedang berlanjut, tak
lama sudah selesai materinya. Lalu pengecekan alat SRT. Panitia mengecek
peralatan yang kami bawa dan diperiksa alat dari warna, nomor seri, jumlah
dengan teliti agar tidak tertukar.
Saling bersalaman dan berkenalan satu
sama lain, agak sulit untuk menghafal mereka semua dengan cepat karena jumlah
mereka yang cukup banyak dan dari asal yang berbeda-beda pula.Pertanyaan demi
pertanyaan bermunculan tentang menyusulnya kami ke lokasi KM caving. Kami pun
menjawab seperlunya saja. Lalu malamnya pembagian kelompok untuk menelusuri Gua-Gua
yang berada di komplek Buniayu, Sukabumi. Satu kelompok terdiri dari 10 orang
dengan total 5 kelompok. Pada KM kali ini bukan hanya berkegiatan menelusuri
tapi melakukan pemetaan Gua. Sebelum istirahat, saling bertukar materi tentang
pemetaan dan penelusuran Gua agar saat di lapangan sudah siap.
Tanggal 17 Oktober 2012, Gua pertama untuk
tim kami telusuri adalah Gua Izar yang merupakan Gua horizontal. Sebelum
berangkat, mempersiapkan peralatan caving (cover all, helm + headlamp dan
cadangan, sepatu boot), peralatan studi pemetaan (tally sheet, pensil, kompas,
busur, meteran), beberapa webing dan konsumsi. Perjalanan dari basecamp ke
lokasi sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Setiba di lokasi, tim kami kembali
mengecek perlengkapankembali, pembagian tugas untuk pemetaan ada deskriptor
sketsa, shutter, stasioner, dan
notulensi.Dengan entrance sekitar 50
cm, tim menelusuri dengan memulai pemetaan pada stasiun nol yaitu entrance. Termasuk dalam jenis Gua yang
berlumpur dan berair. Ornamen Gua pun beragam terdiri dari stalaktit,
stalakmit, soda straw, pilar dan gordam. Adpun sering ditemukanlorong dengan
chamber yang besar dengan luas sekitar ½ kali lapangan bola. Tim terus
menelusuri dengan pemetaan yang dilakukan secara bergantian. Beberapa biota
ditemukan seperti kelelawar, Amblipighy. Pada ujung Gua terdapat danau dengan
luas sekitar 20 meter. Salah satu dari tim kami mencoba berenang untuk menegcek
terdapat lubang yang masih dapat ditelusuri atau tidak. Setelah memasang
pengaman, turun dan berenang mengelilingi danau tersebut dengan tetap mengikat
badannya dengan webing sebagai pengaman. Ternyata tak ditemukan lubang satupun,
itu menandakan penelusuran berakhir sampai titik tersebut, perjalanan pulang
dengan jalur yang sama. Lalu ditemukan lubang kecil dan kami mencoba menelusurinya
lagi dengan jalan merangkak karena jarak antara atap dan lantai Gua tinggi
sekitar 50 cm. Denggn jalur yang berair terus menelusuri, ternyata lorong
tersebut menembus ke jalur utama. Perjalanan pulang dilanjutkan sampai mulut Gua.
Setelah keluar smpai mulut Gua, menyempatkan diri untuk berfoto dan berjalan
kembali pulang ke basecamp.Malam harinya merekap data hasil pemetaan. Menghitung
dan menggambar sketsa Gua dari tampak depan dan tampak samping. Setelah itu,
mempersiapkan penelusuran untuk esok hari. Gua yang akan tim kami telusuri
selanjutnya adalah Gua Ta’i.
Tanggal 18
November 2012 pukul 09.30, tim berangkat menuju Gua Ta’i dengan perjalanan
sekitar 30 menit. Berbeda dari Gua sebelumnya, Gua Ta.i merupakan Gua vertikal
sehingga untuk menelusurinya harus menggunakan alat. Persiapan setelah sampai
mulut Gua, tim memakai perlengkapan set Single
Rope Technique (SRT) dan dua orang lainnya memasang anchor untuk turun ke dalam Gua. Setelah selama 1 jam membuat anchor, tim turun satu persatu.Dengan
lebar mulut Gua sekitar 1 meter dan kedalaman Gua sekitar 30 meter kami meuruni celah
tersebut dan begitu sampai dasar kami terkagum dengan luasnya ruangan di dalam Gua
ini dan hanya tampak lubang kecil diatas tempat dimana mulai masuk. Setelah
itu, dilanjutkan dengan lorong yang horizontal. Tampak terlihat bongkahan batu
yang sangat besar-besar harus dilewati. Perjalanan di mulai dengan mengikuti alur sungai bawah
tanah ini. perjalanan di dalam Gua ini sangat beragam mulai dari yang mendaki,
menurun bahkan medan lumpur dan kering pun dilewati dan tentu saja dengan pemandangan
dari ornamen-ornamen Gua seperti stalagtit, stalagmit, soda straw,
pilar dan gordam yang indah
di sepanjang perjalanan. Biota yang ditemukan terdapat kelawar, Ambliphigy, dan
jangkrik. Setelah berjalan lebih 1 jam tetapi belum sampai ujung, tim pun
kembali ke mulut Gua dengan jalur yang sama. Lalu kembali ke basecamp untuk membersihkan diri dan
alat-alat.
Tanggal 19 Oktober 2012, tim dari
LAWALATA IPB memutuskan untuk pulang lebih awal dikarenakan adanya ujian tengah
semester (UTS) pada tanggal 21 Oktober 2012. Memilih pulang lebih awal karena harus
mempersiapkan ujian dan lebih fokus lagi. Rasa sangat berat untuk meninggalkan
kegiatan tersebut pun muncul, halangan dari teman-teman yang baru saja kami kenal
sangat kuat. Tapi keputusan kami tetap pulang karena memikirkan kuliah lebih
penting dan prioritas utama untuk saat ini. Banyak ilmu baru dan bermanfaat
yang didapatkan dari kegiatan KM tersebut, diantaranya pemetaan Gua dan juga
dapat mengenali medan Gua yang berada diKomplek Gua Buniayu, Sukabumi.